JIWA
Sebuah jiwa terkurung dalam raga.
Seribu wajah menatap,
setiap gerak bagaikan gerombolan awan.
Tertunduk sebuah kepala,
merenungi setiap langkah sepasang kaki,
dan tangan menjuntai ke bawah.
Menarik nafas begitu dalam,
Berharap hembusannya lepaskan jiwa.
Berkelana,menembus dinding waktu dan ruang.
About this entry
You’re currently reading “JIWA,” an entry on adityarachman.wordpress.com
- Published:
- May 28, 2008 / 12:08 am
- Category:
- PUISI DAN SYAIR
No comments yet
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]