<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>adityarachman.wordpress.com</title>
	<atom:link href="http://adityarachman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityarachman.wordpress.com</link>
	<description>Saat Hati Berteriak Namun Mulut Terdiam Maka Jemaripun Menari</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Aug 2011 13:47:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='adityarachman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>adityarachman.wordpress.com</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adityarachman.wordpress.com/osd.xml" title="adityarachman.wordpress.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://adityarachman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LUKISAN TERMAHAL</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/lukisan-termahal/</link>
		<comments>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/lukisan-termahal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 18:07:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityarachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>
		<category><![CDATA[lukisan termahal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityarachman.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Jam menunjukkan pukul delapan malam, perutku mulai terasa keroncongan. Aku hitung uang yang ada di saku blue jeansku, ternyata masih ada seribuan tiga, lima ratusan tiga dan lima uang seratusan. Aku rasa cukup untuk mengisi tangki yang sudah mulai miring ini. Kumatikan lampu kamar dan mengunci pintu kemudian aku melangkahkan kaki ke warung kopi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=141&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Jam menunjukkan pukul delapan malam, perutku mulai terasa keroncongan. Aku hitung uang yang ada di saku <em>blue jeans</em>ku, ternyata masih ada <em>seribuan tiga, lima ratusan tiga</em> dan <em>lima uang seratusan</em>. Aku rasa cukup untuk mengisi <em>tangki</em> yang sudah mulai <em>miring</em> ini. Kumatikan lampu kamar dan mengunci pintu kemudian aku melangkahkan kaki ke warung kopi yang tidak begitu jauh dari kosku. Kira-kira seratus meter.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Ketika tiba disana,</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">warung sudah mulai ramai. Mahasiswa dari berbagai jurusan di sebuah Universitas Pariwisata tempat aku menuntut ilmu banyak bergerumun disitu. Meski terkesan sederhana, namun warung kopi pak Blangkon ini memang tempat yang asik untuk meratapi nasib sebagai anak kos. Pemandangan hutan jati dan suara serangga</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">malam di depan warung memang membuat segalanya bisa menjadi bahan renungan dan sumber inspirasi.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Lucunya, dari semua mahasiswa yang bisa dibilang tidak pernah absen kecuali warung tutup ini, tidak ada satupun yang memiliki cita-cita sesuai dengan kuliah maupun jurusan yang ditempuhnya. Semuanya seniman dan politikus.Yang menjadi obrolan setiap hari pun hanya berkisan tentang maha karya seni dan politik. Lain</span><span style="font-family:&quot;">n</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">ya</span><span style="font-family:&quot;">, tak lebih </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">hanya</span><span style="font-family:&quot;">lah</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> pendukung. </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“Hei Bang, apa yang kau lamunkan hah..!!”suara si Ucok yang paling gemar ngobrol masalah politik ini mengejutkanku. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Ah..tidak ada yang kulamunkan.” jawabku santai. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Tidak punya istri tidak punya anak kok melamun. Tak usah kau pikirlah negara kita ini, percuma saja sebentar lagi juga akan hancur. Coba kau lihat teman-teman kita di kampus itu. Mereka hanya bicara soal hura-hura,</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">harta yang hanya sumbangan orang tua, lawan jenis dan endingnya sexual !!<span> </span>Coba kau pikir Bang !!” dia berhenti sejenak untuk meneguk secangkir kopi susu hangat yang sudah tinggal setengah. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Tidak ada sama sekali dalam benak mereka untuk memberikan sesuatu yang berguna bagi bangsa ini. Kalau ditanya soal negara…, jawabannya pasti </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Udah deh,</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">nggak usah lu pikirin negara ini, biar pemerintah yang ngatur. Gaul man…gaul..!! Kita ini masih muda, jangan lu sia-sia’in deh,ntar tua nyesel mampus lu..!!”. Tangannya digerak-gerakkan menirukan gaya bicara orang yang dimaksud. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Sungguh enteng sekali dia ngomong..!! Negara kita hancur gaullah kau !!”.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“Sudahlah..!! Biarkan saja mereka. Itu kan tergantung kesadaran masing-masing”. Aku berusaha menenangkan Ucok yang kelihatannya sudah tampak jengkel sekali. Kembali Ucok meneguk kopinya yang sudah hampir habis. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Iya cok, untuk apa kamu sentimen begitu, nggak ada gunanya.”. Jupri yang dikenal sebagai pujangga kampus menimpali. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Biarkan alam yang berbicara, dan embun pagi yang akan memberi gambaran tentang hidup ini”. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Semua bersurak”Huuu…huuu…”ketika Jupri melontarkan kata-kata puitisnya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Tak usah ikut campurlah kau !! Kau kirim saja sajakmu itu ke majalah Trubus. Aku berani jamin pasti laku keras !!” Ucok menimpali dengan kesal di iringi tawa semua yang ada disana.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“Pesan apa De ?”<span> </span>Pak Blangkon menanyaiku, karena melihat sedari tadi belum ada apapun di depanku. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Es teh saja pak.”, Lalu aku mengambil nasi bungkus yang letaknya tidak jauh dari hadapanku. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Aku makan dulu Cok. Apa kamu tidak makan ?” tanyaku. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Sudah..sudah. Kau makan sajalah, aku sudah makan tadi. Aku permisi sebentar De, </span><span style="font-family:&quot;">mau ke</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> belakang dulu.”.<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Oh iya.., Silakan&#8230;” kemudian aku melahap makanan yang sudah kubuka bungkusnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“Perhatian teman-teman…!!Ada berita baru !!”. Aku yang baru saja menyelesaikan makanku dan teman-teman yang lain melihat ke arah Ario.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“Ada apa ? Nenekmu mau kawin lagi,</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">terus kamu jadi pingin. Gitu…!!”. Erwin yang sedari tadi memegang gitar, polpen dan kertas, mennyahut dari arah belakang. Kontan saja semua tertawa terpingkal-pingkal. Satu musisi itu memang kalo ngomong tidak pernah dipikir. Aku yang waktu itu minum jadi tersedak gara-gara ingin tertawa mendengarnya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Ya sudahlah, kalo tidak ingin tahu.” sambil menekuk mukanya dan memasang mimik kesal</span><span style="font-family:&quot;">, </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">pemain theater yang sudah punya jam terbang internasional itu kembali duduk. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Ngambek nih ceritanya. Baru segitu aja udah marah.” Jupri menambahkan. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“</span><span style="font-family:&quot;">K</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">abar baru apa sih ? Teruskan dong ceritanya Yo”<span> </span>tanyaku pada Ario karena penasaran “. Semua terdiam menunggu reaksi dari Ario.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“”Terima kasih sebelumnya atas perhatian teman-teman sekalian</span><span style="font-family:&quot;">,</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> juga pak Blangkon”. Ario kembali berdiri. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Semua tahu Agus kan” ucap Ario. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Agus pelukis itu.” aku menjawab setahuku. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Iya’…sepuluh buat Dede, sembilan puluh untuk saya” sahut Ario. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Huuu…huuu…!!” semuanya berteriak. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Agus kenapa ?” tanyaku sedikit mendesak. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Tenang De, ini kabar gembira bukan kabar burung kok apa lagi kabar-kabari. Itukan yang di TV” sahut Ario sekenanya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Begini… Aku kemaren main ke kosnya Agus. Terus Agus bercerita kalo lukisan bidadari yang menurutku nggak beda jauh sama gambar kambing itu sudah laku terjual. Dan yang bikin aku nggak percaya, itu lukisan harganya Seratus tiga ribu juta rupiah dan itu semua di bayar pakai duit bukan separuhnya bawang Bombay satu truk”. Mendengar celoteh Ario kontan semua tertawa terbahak-bahak. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Memangnya siapa orang gila yang mau beli itu lukisan ?” Ucok yang sudah kembali duduk disebelahku bertanya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Yang beli teman bapaknya Agus” jawab Ario. Semua mulai penasaran, karena mereka tahu sendiri lukisan Agus itu seperti apa. Bukannya menghina, tetapi semua lukisan Agus itu walau gambarnya berbeda, tapi warnanya pasti biru, putih dan kuning.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“Begini ceritanya..” Ario mulai berpidato. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Minggu lalu teman bapaknya Ario ini datang ke rumah Ario, untuk menanyakan mobil panther yang biasa di pakai Ario itu karena katanya mau dijual.”. Aku jadi makin bingung.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">”apa hubungannya mobil Ario sama lukisan itu ?”. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Hei…kau cerita jangan ngawur ya..!!” Ucok mulai kesal. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Sabar Cok, aku kan belum selesai” jawab Ario. Semua jadi makin serius mendengarkan cerita Ario ini. Termasuk Erwin, langsung menghentikan kegiatannya mengarang lagu karena inspirasinya hilang gara-gara cerita Ario ini.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“Setelah melakukan transaksi dan melihat kondisi mobil terjadi kesepakatan harga. Pak Gatot, teman bapaknya Ario itu menyerahkan sejumlah uang tunai kepada bapaknya Ario. Bapaknya Ario segera memberikan kunci mobil beserta surat-surat penting ke pak Gatot. Setelah berjabat tangan, pak Gatot pulang dengan mobilnya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Lalu bagaimana dengan lukisan yang kamu maksud tadi ?” aku bertanya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Nah…!! lukisan Ario yang katanya bergambar bidadari itu ternyata berada di dalam bagasi mobil tersebut karena Ario lupa mengambilnya untuk di bawa pulang dan harga yang telah disepakati adalah Seratus tiga ribu juta rupiah. Itu kan berarti lukisan </span><span style="font-family:&quot;">A</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">rio laku terjual…!!”.</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Setelah mendengar cerita Ario, kontan saja semua mengejar ario yang lari sambil tertawa melihat teman-temannya termasuk aku ditipunya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Aku jadi geli berca</span><span style="font-family:&quot;">m</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">pur jengkel mendengar cerita Ario termasuk si Ucok. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Wuah..!! Beraninya Ario itu menipuku. Sudah bosan hidup rupanya dia” umpat Ucok. Aku berdiri dan membayar semua pesananku. Aku lihat jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">“Aku pulang dulu Cok” aku beranjak dari warung dan melangkah ke kosku sambil tersenyum sendiri. Ada-ada saja Ario itu. Tapi benar juga apa yang dikatakan Ario tadi, secara tidak langsung memang itu lukisan termahal yang di buat Agus selama ini.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityarachman.wordpress.com/141/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityarachman.wordpress.com/141/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityarachman.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityarachman.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityarachman.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityarachman.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityarachman.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityarachman.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityarachman.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityarachman.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityarachman.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityarachman.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityarachman.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityarachman.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityarachman.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityarachman.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=141&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/lukisan-termahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d385f87fecd998cf11f5dc8cb5276dd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adith</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FILOSOFI POHON</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/filosofi-pohon/</link>
		<comments>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/filosofi-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 17:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityarachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityarachman.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah alkisah tentang pohon mangga yang begitu besar dan rindang. Panasnya terik matahari mampu dihalanginya menembus rumah Abu. Setiap sepulang sekolah, Abu dan teman-temannya selalu bermain di halaman rumah Abu yang rindang karena pohon mangga besar itu. Angin yang selalu berhembus sepoi-sepoi terkadang membuat Abu dan teman-temannya terlelap di halaman itu. Hingga suatu hari, cuaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=140&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Sebuah alkisah tentang pohon mangga yang begitu besar dan rindang. Panasnya terik matahari mampu dihalanginya menembus rumah Abu. Setiap sepulang sekolah, Abu dan teman-temannya selalu bermain di halaman rumah Abu yang rindang karena pohon mangga besar itu. Angin yang selalu berhembus sepoi-sepoi terkadang membuat Abu dan teman-temannya terlelap di halaman itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Hingga suatu hari, cuaca begitu panas. Angin tak sedikitpun ada yang mampir. Pohon mangga itu tetap terdiam, tak bergerak sedikitpun. Abu dan teman-temannya merasa kegerahan. Mereka memandangi pohon mangga itu dan bersiul kepadanya, berharap angin berhembus dan menggoyangkan seluruh dahan dan ranting pohon mangga itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Angin tetap tak datang”, sahut Abu kepada teman-temannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Sabarlah sedikit. Nanti juga pasti datang !!”, jawab Umar, salah satu temannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Abu kembali bersiul. Namun tak lama kemudian Abu menuju ke belakang rumah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Bu, mau kemana kau?” tanya Ali penasaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Tunggulah disitu sebentar. Aku mau ambil sesuatu.”, sahut Abu sambil berlari menuju belakan rumah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Selang lima menit, Abu datang dengan membawa parang yang lumayan besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Bu, apa yang akan kau lakukan dengan parang itu?”, teriak Umar kaget melihat Abu membawa parang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Aku sudah cukup sabar menanti pohon ini bergerak. Aku sudah tidak tahan. Lebih baik aku tebang saja pohon ini. Dasar pohon tak tahu diri.”, omel Abu sambil bersiap-siap menebang pohon mangga besar itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Prak…!!! Prak…!!! Prak…!!!” Abu mulai memukuli pohon itu dengan parangnya yang tajam, setajam pedang Diponegoro.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Apa kau sudah gila Bu?” teriak Ali dan Umar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Sudahlah, kalian diam saja. Kalau tidak mau bantu, pulang sajalah kalian.”, Abu menimpali sambil tetap memukuli pohon mangga besar itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Pohon itu tetap terdiam, bergerak hanya sesaat ketika mata parang menghujam batangnya yang besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Tes…tes…tes…?!!”, pohon itu meneteskan getahnya setelah parang itu tercabut dari batangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Sambil terus memukuli pohon mangga besar itu, Abu pun mengomel, “Dasar pohon tak tau di untung. Kau pikir ibuku tidak capek mengurusmu setiap hari? Kau pikir semudah itu kau bisa tumbuh besar di depan halaman rumahku? Kalau saja bapakku tak menemukanmu, mungkin kau tak pernah bisa hidup selama ini.”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Pohon itu tetap terdiam, tak ada kata-kata yang terlontar. Tak ada dahan yang mencoba membalas perlakuan Abu. Dia hanya terdiam, sambil meneteskan getahnya hingga batangnya sedikit-demi sedikit mulai mengelupas dan terkuak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Abu tetap bersikeras memukuli pohon mangga besar itu dengan parangnya, hingga tak lama kemudian, “Kraaataakk….kraaataakk…kraaataakk…!!! Brrruaaakk…!!!”, pohon itu pun terhuyung dan kemudian jatuh tepat di depan Abu. Batangnya yang besar terbaring menghalangi jalan di depan rumah Abu dan pohon itu tetap terdiam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Ha…ha…ha…!!! Mampus kau sekarang pohon !!! Tak ada lagi yang mengurusmu, matilah kau sekarang..!!!” teriak Abu penuh dengan perasaan bahagia karena bisa mengalahkan pohon mangga besar itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Keesokan harinya, Abu melihat batang pohon itu tergolek di tanah kosong sebelah rumah Abu. Daunnya mengering, batangnya berbaur dengan sampah-sampah yang setiap sore selalu di bakar oleh Ibu Abu. Abu menghentikan langkahnya, kemudian tersenyum, lalu kembali berlari pulang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Seperti biasa, sepulang sekolah, Abu makan siang dan bermain di depan halaman rumahnya sambil menunggu kedatangan Umar dan Ali sahabatnya. Terik matahari begitu panas. Sinarnya dengan bebas memasuki halaman rumah Abu tanpa terhalang apapun. Abu kebingungan mencari tepat yang rindang untuk berteduh. Abu mengumpat kesal, “Huh…bagaimana ini ? Semua tempat panas, Aku jadi bingung mau bermain dimana?”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Tak lama kemudian Umar dan Ali datang. Tapi begitu kagetnya Abu melihat mereka berdua hanya memanggil dari luar pagar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Abuuuu….!!!!”, teriak mereka berdua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Ku tunggu kau dari tadi, kenapa baru muncul sekarang?”, sahut Abu menghampiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Halaman rumahmu sekarang panas Bu. Kita sekarang bermain di rumah Amir. Dia buat rumah kecil di atas pohon. Pamannya yang membuatkan.”, kata Umar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Iya bu. Mungkin lebih baik kau juga ikut dengan kami ke rumah Amir. Iya nggak Mar?”, kata Ali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Benar Bu.”, sahut Umar menimpali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“ Yuk Mar, kita berangkat sekarang. Amir sudah menunggu. Kita duluan ya Bu. Kalau kau mau, kami tunggu kau disana.”, kata Ali sambil mulai mengayuh sepedanya menjauh dari pagar rumah Abu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Abu hanya terdiam. Tak sepatah katapun terucap. Dia hanya melihat kedua temannya mulai mengayuh sepedanya dan pergi meninggalkannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Abu melihat ke arah akar pohon mangga besar yang masih menancap disana lalu menghampirinya. Telapak tangannya digosok-gosokkan di bekas tebangan. Abu tertunduk lalu akhirnya mulai menangis sesenggukkan dan berkata, “Pohon mangga besar…, maafkan Abu ya. Gara-gara Abu pukuli kau dengan parang, sekarang Abu tak punya lagi teman untuk bermain, tak ada lagi tempat teduh untuk bermain. Terik matahari itu sekarang bebas memasuki halaman rumahku. Saat kupukuli dan kau tetap diam, Abu pikir kau memang tak mungkin bisa membalas karena takut, ternyata bukan. Sekarang Abu sadar kalo Abu salah, Abu kalah. Kau benar pohon mangga besar, dengan diam-pun, seseorang yang berbuat merugikan sekitarnya pasti akan terima akibat dari perbuatannya sendiri.<span> </span>Abu janji pohon mangga besar. Kalo kau tumbuh lagi, Abu akan sirami kau setiap hari”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Abu mengusap air matanya yang banyak menetes di batang pohon mangga besar itu kemudian melangkahkan kaki, berlalu memasuki rumahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Beberapa hari kemudian sepulang sekolah, tiba-tiba Abu melihat sesuatu di atas pohon mangga besar itu. Abu memperlahan langkah kakinya sambil mengernyitkan dahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Apa itu diatas batang pohon mangga besar?” gumam Abu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Abu mendekati pohon mangga besar itu dan mengamatinya. Betapa gembiranya hati Abu. Ternyata pohon mangga besar itu mengeluarkan ranting dan daun muda. Masih sangat kecil memang, tapi pohon mangga besar itu seperti kembali tumbuh. Abu meloncat-loncat kegirangan. Abu segera berlari menuju sumur belakang rumahnya lalu mengambil satu ember berisi air tanpa sempat mengganti pakaian sekolahnya. Kemudian Abu kembali menuju ke tempat pohon mangga besar itu dan menyiramnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>“Aku tak akan lupa janjiku pohon mangga besar. Akan aku sirami kau setiap hari hingga kau tumbuh besar lagi” kata Abu senang sambil terus menyirami dahan muda itu.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityarachman.wordpress.com/140/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityarachman.wordpress.com/140/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityarachman.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityarachman.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityarachman.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityarachman.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityarachman.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityarachman.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityarachman.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityarachman.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityarachman.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityarachman.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityarachman.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityarachman.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityarachman.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityarachman.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=140&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/filosofi-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d385f87fecd998cf11f5dc8cb5276dd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adith</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SATU BINTANG</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/satu-bintang/</link>
		<comments>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/satu-bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 17:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityarachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>
		<category><![CDATA[SATU BINTANG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/satu-bintang/</guid>
		<description><![CDATA[Malam makin larut, hujan gerimis yang mulai sore membasahi kota Denpasar nampak belum menunjukkan kelelahan. Vina duduk termangu di depan kamar kosnya sambil menikmati alunan gemericik air selokan. “Vin, belum tidur?” sapa Dewi dari sebelah kamar membuyarkan lamunan Vina. “Eh,belum.” Vina mejawabnya pelan. Melihat Vina sendirian, Dewi mengurungkan niatnya untuk tidur. Dewi melangkahkan kaki menuju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=139&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Malam makin larut, hujan gerimis yang mulai sore membasahi kota Denpasar nampak belum menunjukkan kelelahan. Vina duduk termangu di depan kamar kosnya sambil menikmati alunan gemericik air selokan.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;"></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Vin, belum tidur?” sapa Dewi dari sebelah kamar membuyarkan lamunan Vina. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Eh,belum.” Vina mejawabnya pelan.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN"><span> </span>Melihat Vina sendirian, Dewi mengurungkan niatnya untuk tidur. Dewi melangkahkan kaki menuju ke tempat Vina kemudian duduk disebelahnya. Dewi melihat mata Vina begitu sembab, wajahnyapun pucat. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Vin,kamu sakit?” Tanya Dewi cemas. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Nggak kok.” sahut Vina sambil memaksakan senyum tanpa melihat Dewi. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Aku tahu, pasti kamu mikirin acara Valentine besok kan. Pasti bingung ya mo milih jalan ma siapa.” Dewi mencoba menerka kegelisahan Vina. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Vina tidak langsung menjawab. Vina terdiam lalu menundukkan kepalanya. Tak lama kemudian tiba-tiba terdengar isak tangis Vina. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Dewi makin cemas </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;">.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Vin kamu kenapa?”. Dewi kemudian mencoba memeluk dan menenangkan Vina.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;"></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Apa yang kamu pikirkan Vin?” Dewi bertanya lagi.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Vina hanya memnggelengkan kepala sambil sesenggukan. Vina melepaskan pelukan Dewi lalu mengusap wajahnya yang penuh dengan air mata.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Vin,kita berteman udah lama, kalo aku punya masalah, aku selalu cerita ke kamu dan kamu nggak pernah keberatan menjadi pendengar setia so nggak mungkin dong giliran kamu kena masalah trus aku diem aja.” Sahut dewi sambil membelai rambut Vina yang hitam kelam.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Vina menatap Dewi kemudian kembali matanya menerawang. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Vina kemudian membalikkan badan ke arah Dewi,“Wik,ak… aku kangen wik!?!”</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Kangen..?? ama siapa, bokap-nyokap?” tanya Dewi.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Nggak.” Jawab Vina pelan.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Aku kangen sama Rio, Wik!?! Sudah satu tahun ini aku nggak pernah dengar kabar darinya.” Vina mulai bercerita.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Dewi terlihat serius mendengarkan keluh kesah Vina </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Bukannya kamu nggak suka sama Rio</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;">, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Vin?” Dewi jadi penasaran.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Kamu sendiri kan yang bilang ke aku, Rizka ama Sophie kalo kamu benci banget ma dia. Inget nggak waktu kita makan bareng di <em>Bronx café</em>? Kamu jelek-jelekin si Rio ke kita-kita. Kamu bilang Rio anaknya norak, item, gak keren, gak gaul, sok roman, inilah itulah..! Iyakan !?!” sahut Dewi.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Iya…memang aku akui, aku pernah ngejelek-jelekin dia, tapi waktu itu aku nggak sadar kalo ternyata aku tuh sayang banget ma dia. Aku baru sadar setelah dia pindah kuliah ke Surabaya.” Lalu Vina diam sebentar.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Dewi tetap menyimak cerita Vina sambil mengapit kedua kakinya karena dinginnya angin malam.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Kembali Vina bercerita. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Kamu tau nggak, Wik? Dulu sewaktu aku masih akrab dengannya, dia pernah mencoba mengutarakan isi hatinya padaku.”</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Lalu…kamu menolaknya. Begitu…?!.” Sahut Dewi</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Iya..!!” jawab Vina sambil mengangguk pelan.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Dewi mengernyitkan dahinya lalu bertanya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;">, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Kalo boleh tau, apa sih yang membuat kamu jatuh hati sama Rio?”</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Vina menarik nafas dalam-dalam kemudian dihembuskannya. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Yang membuat aku tertarik sama Rio itu karena dia selalu tenang dalam menghadapi semua masalah. Setiap Aku menceritakan masalahku, dia selalu dapat memberikan solusi yang terbaik dan tidak pernah memihak. Aku sepertinya damai banget kalo deket<span> </span>sama Rio.” cerita Vinna.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Lalu…kenapa kamu menolaknya waktu itu? Aku jadi nggak ngerti deh.” tanya Dewi bingung.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Karena aku malu Wik. Kamu ngerti kan, temen-temen kalo jalan sama cowoknya pasti <em>having fun</em>. Entah itu ke </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;">C</span></em><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">afe</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">, nongkrong di mall ato apalah. Sedangkan Rio..kalo jalan sama aku paling ke toko buku, kalo nggak ke pantai terus duduk di atas pasir sambil dengerin suara gemuruh ombak yang berkejaran tiada henti itu. Katanya suara ombak itu sama dengan kehidupan manusia yang selalu bergejolak, terkadang pelan, terkadang keras, begitu tak menentu. Terus menerus gitu</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;">,</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN"> lama-lama kan bete Wik.”</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Vin, Vin..!?! Kamu ini lucu. Ngapain malu. Mestinya kamu bangga dong punya cowok seperti Rio. Dia nggak seperti cowok-cowok lain. Ingat Vin, kita udah nggak ABG lagi. Makin bertambah usia kita, makin bertambah pula masalah yang bakal kita hadepin.” Dewi berkomentar.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Iya…aku tahu itu.” </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;">j</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">awab Vina.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Tapi sepertinya aku hanya bisa menyesal. Semua udah terlambat Wik. Nasi sudah terlanjur menjadi bubur.” kemudian Vina terdiam.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Dewi menggenggam jemari Vina lalu berkata, “Vin, nggak ada yang perlu kamu sesali. Kamu harus yakin satu hal, bahwa jodoh nggak akan lari kemana. Kalo Rio itu memang diciptakan oleh</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;">-</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Nya untuk berada di sisimu, dia pasti kembali. Kamu tenang aja ya.”</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Vina menatap wajah Dewi kemudian tersenyum lalu memeluk tubuh Dewi erat.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Wik, thank’s ya. Kamu mau dengerin keluh kesahku.”</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Ah…kamu ini. Memangnya aku siapa, pake <em>say thank’s</em> segala. Nah, sekarang mending kamu tidur, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;">O</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">k !?!” kemudian Dewi mengecup kening Vina.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Mereka berdiri lalu berjalan masuk ke kamar masing-masing.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Vin..!! Met bobok ya. Moga mimpi indah.”</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Yap. Kamu juga Wik.” sahut Vina sambil tersenyum kemudian menutup pintu kamar.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Sementara hujan di luar nampak sudah berhenti. Tinggal angin malam yang terus berkelana membawa dingin yang serasa menusuk tulang.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;"></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Tepat pukul sepuluh pagi. Cuaca kelihatan tampak cerah tidak sedikitpun kabut terlintas diantara langit biru yang menyelimuti bumi. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Vina yang baru saja selesai mandi langsung menyalakan radio yang<span> </span>tidak jauh dari tempat tidurnya, kemudian Vina mengambil sebuah novel karya Jean Rocher yang berjudul ‘Lelehan Musim Api’. Ceritanya<span> </span>mengenai ketegaran seorang pemuda Bali yang merantau ke ibukota Indonesia ini membuat Vina tertarik untuk membacanya.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Ketika Vina larut dengan novel dan samar-samar terdengar alunan lagu Dewa, tampak seorang pemuda dengan rambut panjang mengenakan kaos putih polos dan <em>blue jeans</em> belel berdiri di depan pintu kamar yang memang sengaja dibuka Vina biar sirkulasi udara berjalan lancar.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Pagi Vin.” Pemuda itu menyapa Vina.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Vina melihat ke arah pintu kamar. Vina tampak kaget melihat pemuda berambut panjang yang tersenyum padanya hingga novel yang dipegangnya terjatuh ke lantai. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Apa aku mengganggumu Vin?” ucap pemuda itu.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Rio</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;">oo</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">o….</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;">!!!</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">” Vina berteriak langsung melompat dari tempat tidurnya dan memeluk pemuda yang ternyata Rio itu dengan erat.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Vina mengeluarkan air mata bahagia dalam pelukan Rio.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">“Rio..jangan tinggalin aku lagi ya..?! Aku sayang kamu.” Ucap Vina sambil membasuh air matanya dalam pelukan Rio.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Rio melepas pelukan Vina lalu tangannya yang kokoh memegang lembut wajah Vina sambil berkata pelan, “Vin,aku pergi bukan untuk meninggalkan, tetapi aku pergi untuk mengambil satu bintang yang selalu menerangi hatiku dan memberikannya untukmu. Aku juga sayang kamu Vin, selamanya”</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Mereka saling pandang lalu berciuman mesra disertai tepuk tangan anak-anak kost yang ternyata diam-diam memperhatikan dari dalam kamar masing-masing.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityarachman.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityarachman.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityarachman.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityarachman.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityarachman.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityarachman.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityarachman.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityarachman.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityarachman.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityarachman.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityarachman.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityarachman.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityarachman.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityarachman.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityarachman.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityarachman.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=139&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/satu-bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d385f87fecd998cf11f5dc8cb5276dd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adith</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAMPA</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/hampa/</link>
		<comments>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/hampa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 17:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityarachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI DAN SYAIR]]></category>
		<category><![CDATA[hampa]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityarachman.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Semua hampa, Apa yang terlihat Apa yang terasa Apa yang terhirup Semua menjadi hampa Tiada lagi tawanya Tiada lagi tangisnya Kini kujalan tertatih Tanpa cerianya Kini kurindu teriakannya Kini kuinginkan manjanya Namun kini, Semuanya hampa Teruntuk : Naura dan Corel tercinta nun jauh di sana (Peluk dan cium jauh dari papa ya nak..!!) Aditya Rachman, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=137&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua hampa,</p>
<p>Apa yang terlihat</p>
<p>Apa yang terasa</p>
<p>Apa yang terhirup</p>
<p>Semua menjadi hampa</p>
<p>Tiada lagi tawanya</p>
<p>Tiada lagi tangisnya</p>
<p>Kini kujalan tertatih Tanpa cerianya</p>
<p>Kini kurindu teriakannya</p>
<p>Kini kuinginkan manjanya</p>
<p>Namun kini,</p>
<p>Semuanya hampa</p>
<p>Teruntuk : Naura dan Corel tercinta nun jauh di sana<br />
(Peluk dan cium jauh dari papa ya nak..!!)<br />
Aditya Rachman, Seminyak, 30 Juli 2006</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityarachman.wordpress.com/137/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityarachman.wordpress.com/137/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityarachman.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityarachman.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityarachman.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityarachman.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityarachman.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityarachman.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityarachman.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityarachman.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityarachman.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityarachman.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityarachman.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityarachman.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityarachman.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityarachman.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=137&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/hampa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d385f87fecd998cf11f5dc8cb5276dd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adith</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISTRIKU</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/istriku/</link>
		<comments>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 17:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityarachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI DAN SYAIR]]></category>
		<category><![CDATA[istriku]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityarachman.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Istriku&#8230;, Setiap hembusan nafasku, Adalah untukmu. Setiap kedipan mataku Adalah wajahmu. Istriku&#8230;, Waktu terus berganti Mentari selalu datang dan pergi Dalam gelap kutermangu Terdengar lolong anjing mengejekku Istriku&#8230;, Sejenak kuterpejam. Bohong kalo aku tak cinta. Bukan pula diriku bila hati ini tak sayang. Karena separuh jiwaku, bersemayam dalam hatimu.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=136&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istriku&#8230;,</p>
<p>Setiap hembusan nafasku,</p>
<p>Adalah untukmu.</p>
<p>Setiap kedipan mataku</p>
<p>Adalah wajahmu.</p>
<p>Istriku&#8230;,</p>
<p>Waktu terus berganti</p>
<p>Mentari selalu datang dan pergi</p>
<p>Dalam gelap kutermangu</p>
<p>Terdengar lolong anjing mengejekku</p>
<p>Istriku&#8230;,</p>
<p>Sejenak kuterpejam.</p>
<p>Bohong kalo aku tak cinta.</p>
<p>Bukan pula diriku bila hati ini tak sayang.</p>
<p>Karena separuh jiwaku, bersemayam dalam hatimu.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityarachman.wordpress.com/136/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityarachman.wordpress.com/136/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityarachman.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityarachman.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityarachman.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityarachman.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityarachman.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityarachman.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityarachman.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityarachman.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityarachman.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityarachman.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityarachman.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityarachman.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityarachman.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityarachman.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=136&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d385f87fecd998cf11f5dc8cb5276dd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adith</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JIWA</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/jiwa/</link>
		<comments>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 17:08:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityarachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI DAN SYAIR]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityarachman.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah jiwa terkurung dalam raga. Seribu wajah menatap, setiap gerak bagaikan gerombolan awan. Tertunduk sebuah kepala, merenungi setiap langkah sepasang kaki, dan tangan menjuntai ke bawah. Menarik nafas begitu dalam, Berharap hembusannya lepaskan jiwa. Berkelana,menembus dinding waktu dan ruang.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=135&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah jiwa terkurung dalam raga.</p>
<p>Seribu wajah menatap,</p>
<p>setiap gerak bagaikan gerombolan awan.</p>
<p>Tertunduk sebuah kepala,</p>
<p>merenungi setiap langkah sepasang kaki,</p>
<p>dan tangan menjuntai ke bawah.</p>
<p>Menarik nafas begitu dalam,</p>
<p>Berharap hembusannya lepaskan jiwa.</p>
<p>Berkelana,menembus dinding waktu dan ruang.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityarachman.wordpress.com/135/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityarachman.wordpress.com/135/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityarachman.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityarachman.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityarachman.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityarachman.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityarachman.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityarachman.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityarachman.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityarachman.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityarachman.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityarachman.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityarachman.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityarachman.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityarachman.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityarachman.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=135&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d385f87fecd998cf11f5dc8cb5276dd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adith</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KIAMAT</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/kiamat/</link>
		<comments>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 17:06:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityarachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI DAN SYAIR]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityarachman.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Gersang&#8230; Bumi ini gersang, segersang otakku Kering&#8230; Daun itu mengering, sekering pikiranku Kosong&#8230; Rumah itu kosong, sekosong jiwaku Lunglai&#8230; Dahan itu lunglai, selunglai urat nadiku Apakah ini azab ? Ataukah pertanda akan kiamat? Gelap&#8230; Lorong itu gelap, segelap hatiku Huh&#8230; Akhirnya&#8230; Dingin tanah ini&#8230; Menyegarkan otakku Membasahi pikiranku Mengisi jiwaku Mengencangkan urat nadiku Dan akhirnya&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=134&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gersang&#8230;</p>
<p>Bumi ini gersang, segersang otakku</p>
<p>Kering&#8230;</p>
<p>Daun itu mengering, sekering pikiranku</p>
<p>Kosong&#8230;</p>
<p>Rumah itu kosong, sekosong jiwaku</p>
<p>Lunglai&#8230;</p>
<p>Dahan itu lunglai, selunglai urat nadiku</p>
<p>Apakah ini azab ?</p>
<p>Ataukah pertanda akan kiamat?</p>
<p>Gelap&#8230;</p>
<p>Lorong itu gelap, segelap hatiku</p>
<p>Huh&#8230;</p>
<p>Akhirnya&#8230;</p>
<p>Dingin tanah ini&#8230;</p>
<p>Menyegarkan otakku</p>
<p>Membasahi pikiranku</p>
<p>Mengisi jiwaku</p>
<p>Mengencangkan urat nadiku</p>
<p>Dan akhirnya&#8230;</p>
<p>Dingin tanah ini&#8230;</p>
<p>Menelan seluruh ragaku,</p>
<p>Sebelum sempat kumengucap,</p>
<p>Selamat tinggal nerakaku,</p>
<p>Selamat datang surgaku.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityarachman.wordpress.com/134/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityarachman.wordpress.com/134/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityarachman.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityarachman.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityarachman.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityarachman.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityarachman.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityarachman.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityarachman.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityarachman.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityarachman.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityarachman.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityarachman.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityarachman.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityarachman.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityarachman.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=134&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/28/kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d385f87fecd998cf11f5dc8cb5276dd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adith</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDIESROOM</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/18/indiesroom/</link>
		<comments>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/18/indiesroom/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 03:09:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityarachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[BLOGSITE]]></category>
		<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[FILM]]></category>
		<category><![CDATA[indie]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[room]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityarachman.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[INDIESROOM.WORDPRESS.COM adalah sebuah INDEPENDENT CATALOGUE BLOGSITE yang isinya mengenai KATALOG produk-produk Indie. Adapun produk-produk yang ada dalam KATALOG ini merupakan TRILOGY yang tidak bisa terpisahkan yaitu Film, Musik dan Buku. Tujuan adanya KATALOG ini adalah untuk memudahkan para seniman Indie dalam memperkenalkan dan mempromosikan karya-karyanya  dalam terjun di dunia industri secara independen, sehingga karya-karya tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=128&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a title="Independent Distribution Blogsite (100% INDONESIA)" href="http://indiesroom.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://indiesroom.files.wordpress.com/2008/05/indies-blogsite-head.jpg?w=452&#038;h=234" alt="" width="452" height="234" /></a></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;">INDIESROOM.WORDPRESS.COM</span></strong><span style="font-size:10pt;"> adalah sebuah <strong>INDEPENDENT CATALOGUE BLOGSITE</strong> yang isinya mengenai <strong>KATALOG</strong> produk-produk Indie. Adapun produk-produk yang ada dalam <strong>KATALOG</strong> ini merupakan <strong>TRILOGY</strong> yang tidak bisa terpisahkan yaitu Film, Musik dan Buku. Tujuan adanya <strong>KATALOG</strong> ini adalah untuk memudahkan para seniman Indie dalam memperkenalkan dan mempromosikan karya-karyanya  dalam terjun di dunia industri secara independen, sehingga karya-karya tersebut tidak lagi mengendap dengan ketidak jelasan, namun bisa menjadi satu perputaran.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;">SISTEM PENDISTRIBUSIAN DAN PROMOSI</span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><br />
Mengingat <strong>KATALOG</strong> ini bersifat <strong>maya (On-line),</strong> untuk lebih mengenalkan <strong>TRILOGY PRODUK</strong> di atas maka kami merasa perlu lebih mendekatkan diri kepada masyarakat umum dalam dunia nyata. Untuk itu kami membuat <strong>OUTLET</strong>, serta melakukan program penjualan dengan <strong>mobile</strong> (berkeliling) yaitu dengan mendatangi <strong>event-event</strong> yang berhubungan dengan <strong>Indie</strong> ataupun <strong>PENSI</strong> sekolah.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Perencanaan jangka panjang <strong>OUTLET</strong> untuk <strong>BLOGSITE</strong> ini tidak hanya di satu kota saja, melainkan akan tersebar di beberapa titik di kota-kota besar lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Mengingat kami saat ini berada di Semarang, maka sebagai langkah awal, kami akan memulai menjalankan kegiatan gila ini di <strong>KOTA LUMPIA</strong>. Untuk itu bagi rekan-rekan baik pelaku maupun pemerhati Indie, kami mohon dukungan serta doanya, agar apa yang menjadi kegilaan ini bisa menyembuhkan depresi kami untuk mengawali industri seni secara independen bersama-sama.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityarachman.wordpress.com/128/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityarachman.wordpress.com/128/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityarachman.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityarachman.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityarachman.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityarachman.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityarachman.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityarachman.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityarachman.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityarachman.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityarachman.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityarachman.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityarachman.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityarachman.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityarachman.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityarachman.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=128&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityarachman.wordpress.com/2008/05/18/indiesroom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d385f87fecd998cf11f5dc8cb5276dd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adith</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indiesroom.files.wordpress.com/2008/05/indies-blogsite-head.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MURUNG BELALANG</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com/2008/03/18/murung-belalang/</link>
		<comments>http://adityarachman.wordpress.com/2008/03/18/murung-belalang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 12:23:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityarachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI DAN SYAIR]]></category>
		<category><![CDATA[murung belalang]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityarachman.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Rintih kesakitan bukan lolongan Tetes darah bukan hiasan jalan Batu nisan memberi pesan Peperangan bukan adegan Angin dingin menikam malam Murung belalang di atas ilalang Tanah makan menyimpan pertanyaan Inikah hasil perjuangan ? Rintih kesakitan bukan lolongan Tetes darah bukan hiasan jalan Batu nisan memberi pesan Kemerdekaan hasil perjuangan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=112&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rintih kesakitan bukan lolongan<br />
Tetes darah bukan hiasan jalan<br />
Batu nisan memberi pesan<br />
Peperangan bukan adegan<span id="more-112"></span></p>
<p>Angin dingin menikam malam<br />
Murung belalang di atas ilalang<br />
Tanah makan menyimpan pertanyaan<br />
Inikah hasil perjuangan ?</p>
<p>Rintih kesakitan bukan lolongan<br />
Tetes darah bukan hiasan jalan<br />
Batu nisan memberi pesan<br />
Kemerdekaan hasil perjuangan</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityarachman.wordpress.com/112/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityarachman.wordpress.com/112/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityarachman.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityarachman.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityarachman.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityarachman.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityarachman.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityarachman.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityarachman.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityarachman.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityarachman.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityarachman.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityarachman.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityarachman.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityarachman.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityarachman.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=112&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityarachman.wordpress.com/2008/03/18/murung-belalang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d385f87fecd998cf11f5dc8cb5276dd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adith</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UMAHTAROT</title>
		<link>http://adityarachman.wordpress.com/2008/03/17/umahtarot/</link>
		<comments>http://adityarachman.wordpress.com/2008/03/17/umahtarot/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 06:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityarachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[BLOGSITE]]></category>
		<category><![CDATA[tarot]]></category>
		<category><![CDATA[tarot card]]></category>
		<category><![CDATA[tarot reader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityarachman.wordpress.com/2008/03/17/umahtarot/</guid>
		<description><![CDATA[UmahTarot adalah sebuah tempat dimana dengan menggunakan media KARTU TAROT, kita bisa saling berbagi dari HATI KE HATI untuk menyelami berbagai permasalahan hidup dan saling menikmati berbagai keindahan hidup yang diberikan oleh-Nya. Sebelum lebih jauh memasuki UmahTarot, mari kita pejamkan mata sejenak, tarik nafas dalam-dalam kemudian keluarkan secara perlahan-lahan. Sejenak kita regangkan semua otot, tenangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=110&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;"><a title="UmahTarot" href="http://umahtarot.wordpress.com" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://adityarachman.files.wordpress.com/2008/03/umahtarot.png?w=366&#038;h=118" alt="UMAHTAROT" width="366" height="118" /></a></div>
<div style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;">UmahTarot</span></strong><span style="font-size:12pt;"> adalah sebuah tempat dimana </span><span style="font-size:12pt;">dengan menggunakan media <strong>KARTU TAROT</strong>, kita bisa saling berbagi dari <strong>HATI KE HATI</strong> untuk menyelami berbagai permasalahan hidup dan saling menikmati berbagai keindahan hidup yang diberikan oleh-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Sebelum lebih jauh memasuki <strong>UmahTarot</strong>, mari kita pejamkan mata sejenak, tarik nafas dalam-dalam kemudian keluarkan secara perlahan-lahan. Sejenak kita regangkan semua otot, tenangkan pikiran dan lepaskan semua beban-beban yang ada. Ucapkan segenap puji syukur kepada-<strong>Nya</strong>, atas segala yang telah diberikan hingga hari ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"> </span><span id="more-110"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Pada dasarnya tidak seorangpun manusia yang sempurna di dunia ini, masing-masing pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi semua manusia yang mempunyai akal dan budi pekerti yang baik, pasti menginginkan adanya sebuah kedamaian baik di dalam hati maupun di dunia ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Mari kita renungkan sejenak. Kita hidup di dunia yang penuh dengan warna atau perbedaan. Perbedaan letak geografis dimana kita berada melahirkan adanya perbedaan karakter dan cara berpikir sesuai dengan proses interaksi manusia dengan alamnya masing-masing. Tetapi apakah benar Yang Maha Kuasa menciptakan perbedaan itu untuk kita seragamkan ? Pernahkah kita membayangkan apa yang terjadi bila kita menyukai semua hal yang sama ? sama-sama suka dengan satu warna, satu kepribadian ? Yakinkah kita bahwa itu akan menimbulkan satu perdamaian, baik di hati kita maupun di dunia ini sehingga tidak timbul perpecahan ? Mungkin memang perbedaan itu harus ada. Agar kita bisa saling mengisi layaknya kumpulan nada yang menciptakan sebuah <strong>harmoni</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Adapun secara <strong>online</strong>, <strong>UmahTarot</strong> memberikan berbagai macam bentuk informasi terkait mengenai <strong>TAROT</strong> serta informasi/artikel lain yang berhubungan dengan pengalaman hidup seseorang atau sesuatu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">UmahTarot</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> juga membuat berbagai rangkaian kegiatan secara <strong>offline</strong> (kalo dalam media internet ini kita menyebutnya online). Kegiatan ini mulai dari konsultasi, belajar mengenal, membaca dan memahami <strong>KARTU TAROT</strong>, serta kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial dan budaya untuk menjaga keseimbangan estetika kehidupan di dunia ini.</span></p>
</div>
<div><a title="Independent Distribution Blogsite (100% INDONESIA)" href="http://indiesroom.wordpress.com" target="_blank"><br />
</a></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityarachman.wordpress.com/110/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityarachman.wordpress.com/110/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityarachman.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityarachman.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityarachman.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityarachman.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityarachman.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityarachman.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityarachman.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityarachman.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityarachman.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityarachman.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityarachman.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityarachman.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityarachman.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityarachman.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityarachman.wordpress.com&amp;blog=2182727&amp;post=110&amp;subd=adityarachman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityarachman.wordpress.com/2008/03/17/umahtarot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d385f87fecd998cf11f5dc8cb5276dd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adith</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityarachman.files.wordpress.com/2008/03/umahtarot.png" medium="image">
			<media:title type="html">UMAHTAROT</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
